#8. Dicari: Relawan Kreatif untuk Industri Kreatif

Industri Kreatif, yakni industri yang berbasis pada seni, kultural, dan desain sangatlah menjanjikan. Menyumbangkan lebih dari 7% dari PDB di tahun 2014, dengan nilai pasar setara Rp 700 trilyun, Triawan Munaf, ketua Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) bahkan optimis bahwa dalam tahun ini nilai pasar  industri kreatif dapat tembus mencapai Rp 900 trilyun. Dalam krisis ekonomi yang tengah melanda dunia, termasuk Indonesia, idustri kreatif dapat menjadi salah satu solusi melewati masa krisis ini. Bagaimana caranya?

Komunitas Relawan Kreatif
Komunitas Relawan Kreatif

Dua kisah berikut ini barangkali dapat jadi inspirasi bagi tumbuhnya: relawan internet kreatif.

Dua Cerita
Beberapa minggu lalu saya mendapat dua cerita dari teman yang menggugah hati. Cerita pertama tentang seorang pelukis senior. Bisa dibilang maestro, dan sudah dikenal di dalam dan di luar negeri. Sedangkan, cerita ke-2 tentang seorang pencipta mainan edukasi.

Ini cerita pertama tentang pelukis senior. Sang maestro lukisan, bukannya orang yang berkekurangan. Lukisannya sudah dikenal di manca negara. Karyanya menjadi penghias gedung ternama dan di banyak galeri musium. Sampai sekarang pun ia masih terus berkarya dan mendidik. Masih terdapat satu cita-cita yang ingin diwujudkan, memberikan sumbangan berkelanjutan bagi kegiatan sosial di negeri ini. Misalnya, karya kesehatan, pembangunan rumah layak, modal usaha dan sebagainya. Dengan cara apa? Salah satu idenya adalah dengan menjual karya lukisnya dan hasilnya disumbangkan bagi tujuan-tujuan sosial.

Cerita kedua, tentang seorang pengrajin mainan anak, yang punya idealisme tinggi. Menurutnya, salah satu yang hilang dalam dunia pendidikan dasar dan menengah adalah pengenalan akan ilmu rekayasa. Maka diciptakanlah puluhan mainan, yang disusun untuk berbagai tingkat pendidikan. Tujuannya agar murid diperkenalkan pada ilmu rekayasa (engineering). Aneka prototype mainannya sudah siap di workshopnya yang sederhana.

KOMUNITAS RELAWAN KREATIF: Sebuah angan
Saya yakin masih ada banyak kisah-kisah sejenis yang lebih seru. Kisah tentang orang berhati emas yang ingin menyumbangkan keahlian dan ketrampilannya bagi dunia yang lebih baik. Persoalannya, orang-orang berhati emas itu tak begitu mengenal dunia internet, yang menjadi basis pertumbuhan industri kreatif. Dan akses terhadap komunitas-komunitas kreatif juga tak mereka dapat. Kalau toh ada, mereka tak punya ketrampilan dan biaya untuk memanfaatkan pasar online.

Komunitas Relawan Kreatif, Mungkinkah?
Komunitas Relawan Kreatif, Mungkinkah?

Mendapat cerita itu, terbayang dalam angan-angan saya begini. Seandainya saja ada beberapa insan kreatif di jagad desain visual, web desain, animasi, internet marketing, dan sebagainya yang mempunyai hati emas, dan mau membangun komunitas relawan industri kreatif. Alangkah makin dahsyatnya ekonomi kreatif kita.

Komunitas relawan kreatif yang saya bayangkan ini, akan bergerak di daerahnya masing-masing. Mereka mencari dan menemukan kekayaan-kekayaan kultural, seni di wilayah yang belum terjamah insan kreatif. Lalu hasil temuannya diberi sentuhan marketing, disharekan dalam jejaring dan kepada dunia. Alangkah dahsyatnya sumbangan relawan ini bagi bangsanya kalau itu bisa diwujudkan.

Momentum untuk Memberi
Angan-angan itu tinggalah anggan-anggan kalau tidak kita mulai. Saya ingin mulai, dengan mengajak siapa saja yang tergerak dan mempunyai ketrampilan di seputar desain dan internet untuk mulai membangun komunitas yang marilah kita sebut sebagai Komunitas Relawan Kreatif.  Inilah momentum yang tepat, ketika krisis datang, kita bergandengan tangan saling mendukung lewat apa yang kita bisa.

Momentum untuk memberi Courtecy carletan.ca
Momentum untuk memberi Courtecy carletan.ca

Tujuan Komunitas Relawan Kreatif  adalah menjadi jembatan antara pelaku kreatif yang belum kenal internet dengan pasar yang tercipta karena internet. Mereka ini disebut relawan karena tidak bekerja berdasarkan kontrak sebagai karyawan, tetapi dari kesediaan untuk berbagi.

Komunitas ini akan bekerja untuk orang-orang seperti maestro lukisan itu dan pencipta mainan edukasi. Dan banyak lagi orang baik seperti mereka, yang ada diberbagai tempat. Komunitas akan membantu dengan ketrampilan internetnya mulai dari memasarkan sampai mencari dana untuk kegiatan komunitas.

Saya mau mengulurkan ajakan ini dari tempat saya mengabdi, karena tempat ini mungkin dapat ikut memberi sumbangan berupa jejaring industri, tempat ngumpul dan internet.

Tempat saya mengabdikan diri (Techno Park di Cikarang, Jawa Barat) mempunyai visi yang mirip. Membangun wirausaha-wirausaha kreatif Indonesia. Cikarang Techno Park tidak mendapat dana dari APBN atau APBD tetapi dari inisiatif para pendiri, akademisi dan perusahaan di Cikarang. Jadi untuk mewujudkan visi mulia ini pun dana dicari melalui berbagai cara.

Lepas dari itu, dengan sedikit keleluasaan yang ada, mungkin saya dapat memberi sumbangan bagi Komunitas Relawan Kreatif ini, dengan menyediakan tempat, berbagi informasi dan jaringan. Dan sekali-sekali menyiapkan teh atau kopi. 🙂

Ayo, siapa yang tertarik dengan ide ini? Kamukah relawan kreatif berhati emas?  Punya ketrampilan kreatif yang mau disumbangkan? Kalau kamu tertarik, silakan kontak saya di email: maspieto[at]gmail.com. atau twitter @maspieto. Mari kita mulai. Semoga ajakan ini bersambut.

Maspieto CTP

One thought on “#8. Dicari: Relawan Kreatif untuk Industri Kreatif

  1. Benar-benar sang maestro. Semakin tua bukannya menurun, tapi kreatifitas semakin menggila. Hal ini yang perlu diterapkan pada generasi muda sekarang. Btw, komunitasnya sekarang sudah tersebar dimana saja?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s